Fitrah dalam tradisi Islam adalah keadaan asal manusia, kecenderungan alami menuju kebenaran, kebaikan, dan kedekatan dengan Allah. Ibn Qayyim Al-Jauziyyah, dalam Madarijus Salikin, menyebut fitrah sebagai fondasi yang Allah letakkan dalam penciptaan manusia, kesiapan menerima kebenaran dan kecenderungan pada kebaikan. Bukan diciptakan dari nol, tapi bisa ditumpulkan oleh luka, trauma, dan lingkungan.
Koneksi dengan psikologi modern
Carl Rogers, bapak psikologi humanistik, menyatakan manusia secara alami memiliki kecenderungan untuk mengaktualisasikan, mempertahankan, dan meningkatkan dirinya, bergerak menuju pertumbuhan jika kondisinya memungkinkan. Kerusakan psikologis, dalam banyak kasus, bukan karena manusia pada dasarnya rusak, tapi karena sesuatu menghalangi kecenderungan alami itu.
Psikologi Islam tidak memulai dari asumsi bahwa manusia bermasalah. Ia memulai dari asumsi bahwa manusia sudah baik, dan tugasnya adalah kembali pada kebaikan itu.
Untuk ibu
Ketika seorang ibu merasa kehilangan dirinya, yang hilang bukan dirinya yang sesungguhnya, yang hilang adalah aksesnya ke fitrahnya sendiri, yang tertutup oleh kelelahan, luka, ekspektasi yang terlalu berat, dan kebisingan dunia. Proses bertumbuh bukan menciptakan diri baru, tapi kembali pada diri yang Allah ciptakan.
Bukan: “Aku harus mengubah diriku.” Tapi: “Aku perlu menyingkirkan apa yang menutupi fitrahku.” Bukan kerja keras menambahkan sesuatu, tapi keberanian melepaskan apa yang bukan dirimu sesungguhnya.
Empat hal yang menumpulkan fitrah
Imam Al-Ghazali, dalam Ihya Ulumuddin, mengidentifikasi empat hal utama:
- Kecintaan berlebihan pada dunia (hubbud dunya)
- Mengikuti hawa nafsu
- Penyakit hati yang tidak diobati (iri, sombong, dendam)
- Lalai dari mengingat Allah (ghaflah)
Menarik, psikologi modern menyebut hal serupa: eksternalisme berlebihan, self-deception, unprocessed emotions, dan mindlessness.
Apa yang mungkin sedang menutupi fitrahmu, sehingga kamu merasa jauh dari dirimu yang sesungguhnya? Tidak perlu jawab sekarang. Bawa pertanyaan ini dalam kesadaranmu hari ini.
Mulai dengan jurnal 7 hari
Worksheet 3, Jurnal 7 Hari Dekat dengan Allah membantumu membangun kebiasaan refleksi spiritual yang singkat dan realistis.