Aku mau cerita tentang momen yang tidak aku bangga-banggakan.

Ada satu malam, aku sudah sangat lelah, pekerjaan menumpuk, anak tidak mau tidur. Suamiku bilang sesuatu yang sebenarnya tidak salah-salah amat. Tapi di titik itu, rasanya seperti percikan api di tong bensin. Aku meledak.

Yang paling menyakitkan bukan ledakannya. Tapi ekspresi wajah anakku sesaat setelah itu. Malam itu aku tidak tidur, bukan karena menyesali diri, tapi karena serius ingin mengerti: apa yang sebenarnya terjadi di dalam diriku?

Aku pikir aku akan menemukan jawabannya di suamiku, atau di anakku yang tidak mau tidur malam itu. Tapi ternyata bukan itu. Ledakan itu bukan soal suamiku. Bukan soal anakku. Itu soal satu tangki yang sudah lama kosong, yang tidak pernah aku akui kosongnya, bahkan pada diriku sendiri.

Aku baru sadar, aku sudah bertahan berminggu-minggu dengan cara pura-pura baik-baik saja. Setiap kali capek, aku telan. Setiap kali ada yang mengganggu, aku bilang “nggak apa-apa” ke diri sendiri, padahal jelas-jelas apa-apa. Dan malam itu, semua yang aku telan selama berminggu-minggu keluar sekaligus, ke orang yang sebenarnya paling tidak pantas menerimanya.

Sejak itu aku mulai belajar mengenali emosiku sebelum ia mengambil alih kemudi, bukan menekan, bukan pura-pura baik-baik saja, tapi sungguh-sungguh mengenal apa yang aku rasakan, mengapa, dan apa yang sebenarnya aku butuhkan. Kadang itu cuma butuh lima menit sendirian sebelum semua orang bangun. Kadang itu cuma butuh aku jujur bilang ke suamiku, “aku lagi capek banget, tolong jangan tanya apa-apa dulu.”

Perjalanan itu tidak selesai dalam semalam. Sampai sekarang pun aku masih belajar. Tapi ia dimulai dari satu keputusan kecil: berhenti menghakimi diriku sendiri karena marah, dan mulai bertanya kenapa marahnya sebesar itu.

Kalau kamu pernah ada di titik yang malam itu aku rasakan, kamu tahu, bukan berarti kamu ibu yang buruk. Itu tandanya ada yang perlu diistirahatkan, jauh sebelum kamu sampai di titik meledak.

Kalau Kamu Lagi di Titik Itu

Cek tangki emosimu hari ini

Worksheet 2 bisa bantu kamu kenali tandanya sebelum meledak, dan pilih satu alat kecil buat dicoba hari ini.

Isi Worksheet Gratis