Tidak di buku parenting. Tidak di kelas persiapan persalinan. Tapi hampir setiap ibu merasakannya.
Namanya matrescence
Istilah yang diciptakan antropolog Dana Raphael pada 1970-an, dipopulerkan oleh psikolog Dr. Aurelie Athan (Columbia University). Matrescence adalah proses transformasi identitas yang terjadi ketika perempuan menjadi ibu, seperti adolescence (masa remaja), hanya saja tidak ada yang mempersiapkanmu untuk ini.
Dalam matrescence, kamu mungkin merasakan:
- Cinta luar biasa dan kehilangan yang membingungkan, pada waktu yang sama
- Kerinduan pada dirimu yang dulu, sambil mencintai anakmu sepenuhnya
- Kebingungan tentang siapa kamu sekarang, di luar peran sebagai ibu
- Rasa bersalah karena merasakan semua ini
Tidak ada yang salah denganmu. Kamu sedang dalam proses transformasi terbesar dalam hidupmu.
Dr. Athan menemukan: lebih dari 75% ibu baru melaporkan perubahan identitas yang signifikan dan membingungkan, tapi kurang dari 10% mengetahui bahwa ini proses normal dan punya nama. Sisanya menjalaninya dalam kebingungan yang sunyi.
Bukan sekadar fisik. Ini gambaran transformasi bertingkat-tingkat, yang diakui langsung oleh Allah sebagai sesuatu yang besar.
Jadi ketika kamu merasa “aku tidak lagi tahu siapa aku”, “aku rindu diriku yang dulu”, “aku mencintai anakku tapi juga merindukan kebebasanku”, itu bukan kegagalan mencintai. Itu tanda identitasmu sedang membentuk diri yang baru, yang lebih luas dan lebih dalam.
Kenali fasemu lewat worksheet gratis
Worksheet 1, Kenali Fase Kehilangan Dirimu bisa membantumu memetakan di fase mana kamu berada sekarang, dan apa langkah kecil berikutnya.