Atau tidur tanpa alarm di kepala buat bangun tiap dua jam? Coba jujur sama diri sendiri sebentar.
7 hal yang sering ikut hilang
- Waktu sendirian yang benar-benar sendirian (bukan sambil momong)
- Hobi yang dulu bikin kamu excited cerita ke orang
- Circle pertemanan yang tidak melulu ngomongin anak
- Tubuh yang dulu kamu kenal luar dalam
- Ambisi karier yang dulu terasa besar dan penting
- Waktu buat mikir panjang tanpa keinget jadwal MPASI
- Rasa yakin sama pilihan sendiri, tanpa validasi orang lain
Yang bikin ini berat: tidak satu pun dari tujuh hal itu hilang karena kamu gagal. Semuanya hilang karena kamu memberi ruang buat manusia kecil yang butuh kamu 24 jam sehari, dan itu butuh pengorbanan yang nyata, bukan yang receh.
Survei lembaga kesehatan perinatal PANDA (Australia) terhadap 2.000 responden menemukan: 6 dari 10 ibu merasa kehilangan sebagian identitasnya setelah menjadi ibu. Bukan perasaan yang aneh. Bukan kamu yang berlebihan. Ini dialami mayoritas ibu, hanya jarang dibahas terang-terangan.
Yang perlu diubah
Bukan usaha untuk tidak berkorban sama sekali, itu tidak realistis buat ibu manapun. Yang perlu diubah adalah kesadaran: berkorban itu boleh, tapi bukan berarti kamu harus hilang total.
Ada beda antara ‘aku memilih meletakkan ini sementara’ dengan ‘aku sudah lupa aku pernah punya ini’. Yang pertama itu keputusan sadar. Yang kedua itu yang perlu kita jaga jangan sampai terjadi.
Dari 7 hal tadi, mana yang paling kamu rindukan?
Kadang cuma dengan menyebut apa yang hilang, kita sudah mulai jalan untuk menemukannya lagi. Bawa pertanyaan ini ke Kelas Ruang Ibu Berakar.